Palembang -Redmol.id Di balik sosok guru yang tegas namun penuh kehangatan, tersimpan perjalanan hidup yang tidak selalu berjalan sesuai rencana. Heniy Lestari, S.Pd., Gr., M.Pd., adalah bukti bahwa panggilan hidup terkadang hadir bukan dari cita-cita masa kecil, melainkan dari proses panjang yang dijalani dengan kesabaran dan ketulusan.(04/03/2026)
Lulusan S1 Fakultas Bahasa Inggris dan S2 Magister Pendidikan dari Universitas PGRI Palembang ini awalnya tidak pernah membayangkan dirinya akan menjadi seorang pendidik. Cita-cita masa kecilnya adalah menjadi dokter. Namun, dorongan sang ayah yang begitu kuat untuk melihat anaknya berkecimpung di dunia pendidikan perlahan mengubah arah langkah hidupnya. Sang ayah percaya bahwa profesi guru akan memberikan waktu yang lebih luas untuk keluarga, terutama dalam mendampingi dan membimbing anak-anak.
Seiring waktu, dunia pendidikan justru menjadi tempat ia menemukan makna. Proses belajar mengajar membuka ruang refleksi yang luas. Ia tidak hanya mengajar, tetapi juga belajar dari para peserta didiknya. Dari mereka, ia memahami arti kesabaran, empati, dan pentingnya menjadi pendengar yang baik. Ia berusaha menjadi teman curhat yang mampu memberi motivasi agar siswa-siswinya tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
Doc pribadi_heniy lestari
Sebagai ibu dari tiga anak, ia memandang setiap murid layaknya anak sendiri. Dalam mengajarkan Bahasa Inggris yang kerap dianggap sulit, ia terus menggali potensi diri agar materi dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, tak jarang ia menemukan kosa kata baru saat berdiskusi dengan para siswa. Baginya, guru adalah pembelajar sepanjang hayat.
Alhamdulillah, pada Juli 2025 ia kembali dipercaya mengemban tanggung jawab yang jauh lebih besar dan menantang: menjadi wakil kepala sekolah di SMK SHAILENDRA PALEMBANG. Jika sebelumnya ia hanya fokus memahami karakter siswa di kelas yang diajarnya, kini ia harus berpikir lebih luas. Tugasnya bukan lagi sekadar merangkul peserta didik, tetapi juga membangun komunikasi yang harmonis dengan seluruh guru.
Doc pribadi_heniy lestari
Amanah ini menuntutnya untuk mampu memahami berbagai karakter, menyatukan visi, serta bekerja sama demi kemajuan sekolah tercinta. Ia menyadari bahwa membangun pendidikan yang berkualitas bukanlah pekerjaan satu orang, melainkan hasil kolaborasi dan kebersamaan. Di sinilah ia belajar tentang kepemimpinan—tentang bagaimana merangkul, mendengarkan, dan menggerakkan bersama.
Perjalanan hidup Heniy Lestari mengajarkan bahwa terkadang jalan yang tidak direncanakan justru membawa kita pada tempat terbaik untuk bertumbuh. Dari ruang kelas hingga ruang kepemimpinan, ia membuktikan bahwa dedikasi, cinta, dan kerja sama adalah kunci dalam membangun generasi masa depan.
(NJM)
