Jakarta, RedMOL.id - BNI wondrX 2026 sukses mengubah gelaran pameran menjadi arena berburu solusi. Lebih dari 100 ribu pengunjung datang ke ICE BSD City, Tangerang, selama 21–23 Agustus 2026, sementara hampir 400 tenant menawarkan beragam produk dan layanan dalam satu ekosistem.
Besarnya antusiasme tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan masyarakat tidak lagi berhenti pada layanan transaksi. Mereka membutuhkan akses informasi, edukasi, konsultasi dan pembiayaan yang bisa langsung dikaitkan dengan kebutuhan kehidupan sehari-hari.
Di BNI wondrX 2026, keluarga mencari rumah, calon konsumen mengeksplorasi kendaraan, masyarakat menyiapkan perjalanan, sementara pelaku usaha mencari peluang pembiayaan untuk memperbesar bisnis.
Mengusung tema “One Ecosystem, Continuous Motion,” BNI menempatkan layanan finansial di tengah kebutuhan nyata masyarakat. Pengunjung tidak hanya melihat produk, tetapi dapat membandingkan pilihan, berkonsultasi, memperoleh edukasi dan mulai menghitung keputusan yang akan diambil.
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menegaskan bahwa transformasi perbankan harus berangkat dari kebutuhan manusia.
“Kehadiran wondr by BNI dan penguatan layanan digital BNI menunjukkan bagaimana transformasi perbankan harus berangkat dari kebutuhan manusia, bukan hanya dari kepentingan BNI. Semoga BNI terus tumbuh sehat, melayani dengan sepenuh hati, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia,” ujar Rosan saat membuka BNI wondrX 2026.
Rumah Impian Tak Lagi Sekadar Dilihat
Salah satu area yang paling relevan dengan kebutuhan keluarga adalah Housing. Sebanyak 20 tenant properti hadir membawa berbagai pilihan hunian dari sejumlah pengembang.
Sela, pengunjung asal Jakarta yang datang bersama keluarganya, mengaku tertarik dengan pilihan rumah yang tersedia.
“Ada lagi yang menarik perhatian aku di BNI wondrX, yaitu banyak booth rumah impian yang kayaknya cocok banget untuk rumah masa depan. Aku sudah lihat-lihat, bahkan anak aku juga ikut memilih rumah mana yang cocok untuk kami,” kata Sela.
Menariknya, pencarian hunian tidak berhenti pada melihat desain atau harga. Pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai KPR BNI Griya dan melakukan pre-assessment untuk mendapatkan gambaran awal kemampuan pembiayaan.
Dengan demikian, rumah yang sebelumnya hanya menjadi keinginan mulai masuk ke tahap perencanaan. Keluarga dapat membandingkan pilihan, menghitung kemampuan dan mendiskusikan hunian yang paling sesuai.
Melek Finansial Sebelum Salah Langkah
BNI wondrX 2026 juga membidik kebutuhan masyarakat terhadap pemahaman finansial.
Mia, pengunjung asal Bandung, mengikuti sesi edukasi finansial bersama Theo Derick. Ia mengaku mendapatkan kembali wawasan untuk mengelola keuangan dengan lebih baik.
“Aku sempat dapat banyak tips dan trik tentang finansial bareng Theo Derick. Jujur, penjelasannya bikin aku benar-benar melek lagi soal keuangan,” ujar Mia.
Edukasi menjadi penting karena keputusan finansial tidak cukup hanya berdasarkan keinginan. Kemampuan, kebutuhan dan prioritas perlu diperhitungkan agar pilihan yang dibuat tidak justru menjadi beban di kemudian hari.
Karena itu, BNI wondrX mencoba menggabungkan produk dengan pengetahuan. Masyarakat diberi ruang untuk memahami pilihan sebelum menentukan keputusan.
Pelaku Usaha Berburu KUR untuk Naik Kelas
Bagi Mia, kebutuhan finansial juga berkaitan langsung dengan bisnis yang dijalankannya.
Sebagai pemilik usaha, ia mendatangi area layanan BNI untuk mencari informasi mengenai Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Karena aku juga punya bisnis, aku sempat mampir untuk tanya-tanya soal Kredit Usaha Rakyat. Ternyata informasinya sangat membantu aku,” lanjutnya.
Sementara itu, 44 UMKM binaan di UMKM Center by Xpora ikut memperkuat sisi pemberdayaan usaha.
Kehadiran UMKM membuka ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, berinteraksi dengan konsumen dan memperluas jaringan dalam ekosistem bisnis.
Bagi UMKM, akses terhadap informasi pembiayaan dan pasar dapat menjadi bagian penting ketika mereka ingin meningkatkan kapasitas usaha dan mencari peluang pertumbuhan.
Hampir 400 Tenant, Satu Lokasi untuk Beragam Kebutuhan
Skala BNI wondrX 2026 terlihat dari komposisi tenant yang hadir.
Sebanyak 31 tenant Automotive menawarkan pilihan kendaraan sekaligus informasi pembiayaan. Kemudian terdapat 25 tenant Travel yang menghadirkan kebutuhan perjalanan, mulai tiket dan akomodasi hingga paspor dan visa.
Sektor Retail and Lifestyle menjadi salah satu yang terbesar dengan 141 tenant, disusul 130 tenant Food and Beverage. Khusus nasabah BNI Emerald, tersedia tujuh tenant di Emerald Lounge.
Keragaman ini membuat BNI wondrX tidak terasa seperti pameran perbankan biasa.
Pengunjung dapat datang untuk mencari rumah, kemudian melihat kendaraan. Mereka yang merencanakan perjalanan dapat mencari kebutuhan wisata, sekaligus menikmati berbagai pilihan kuliner dan gaya hidup.
Sementara pelaku usaha dapat memanfaatkan kesempatan untuk mencari informasi pembiayaan dan memperluas koneksi.
Dari Keramaian Menuju Keputusan
Lebih dari 100 ribu pengunjung dan hampir 400 tenant memang menjadi angka besar. Tetapi angka tersebut baru menjadi berarti ketika menghasilkan pengalaman dan keputusan.
Sela datang bersama keluarganya dan mulai membicarakan rumah yang mungkin menjadi hunian masa depan. Mia mendapatkan edukasi finansial sekaligus informasi KUR yang berkaitan dengan bisnisnya.
Dua cerita tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat sangat beragam, tetapi dapat bertemu dalam satu ekosistem.
Konsep “One Ecosystem, Continuous Motion” kemudian tidak berhenti sebagai slogan. BNI berusaha mendorong masyarakat bergerak dari melihat menjadi memahami, dari memahami menjadi mempertimbangkan, lalu menyusun langkah.
Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, BNI terus mendorong kolaborasi dengan masyarakat, dunia usaha dan berbagai pihak untuk memperkuat akses terhadap edukasi dan solusi finansial.
Pada akhirnya, BNI wondrX 2026 bukan hanya tentang berapa banyak orang yang datang atau berapa banyak tenant yang berdiri.
Yang lebih menentukan adalah apa yang terjadi setelah keramaian berakhir.
Rumah yang mulai dihitung. Keuangan yang mulai dibenahi. Bisnis yang mulai mencari modal untuk berkembang.
Di situlah BNI wondrX mencoba menempatkan perbankan lebih dekat dengan kehidupan masyarakat: bukan hanya sebagai tempat transaksi, tetapi sebagai bagian dari perjalanan ketika sebuah kebutuhan mulai berubah menjadi rencana dan sebuah rencana mulai bergerak menuju kenyataan.

